Dewasa ini pendidikan lazimnya dipandang sebagai suatu kegiatan yang bersifat antisipatoris, yaitu kegiatan untuk menyongsong perkembangan-perkembangan yang diperhitungkan akan terjadi di masa depan. Postus antisipasi ini ditentukan oleh persepsi suatu masyarakat pendidikan terhadap kecenderung-an-kecenderungan yang ada, yang tertarik secara inferensial dari fakta-fakta yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari (Mochtar Buchori, 1998: 44).
Salah satu kecenderungan yang terlihat, dalam era globalisasi dan pasar bebas manusia dihadapkan pada banyak perubahan-perubahan yang tidak menentu. Ibarat nelayan “di lautan lepas” yang dapat menyesatkan, jika tidak memiliki “kompas” sebagai pedoman untuk bertindak dan mengarunginya. Hal tersebut telah mempengaruhi dan mengakibatkan hubungan yang tidak linier antara pendidikan dengan lapangan kerja atau “one to one
Salah satu kecenderungan yang terlihat, dalam era globalisasi dan pasar bebas manusia dihadapkan pada banyak perubahan-perubahan yang tidak menentu. Ibarat nelayan “di lautan lepas” yang dapat menyesatkan, jika tidak memiliki “kompas” sebagai pedoman untuk bertindak dan mengarunginya. Hal tersebut telah mempengaruhi dan mengakibatkan hubungan yang tidak linier antara pendidikan dengan lapangan kerja atau “one to one