Bismillahirrahmanirrahim | Members area : Register | Sign in

Jam-Q

Archives

Daftar Blog-Q

Flag Counter

Kreativitas guru dalam Pembelajaran PAI

Senin, 18 Maret 2013

Proses belajar mengajar adalah suatu bentuk permasalahan yang sangat kompleks, karena di dalamnya melibatkan banyak unsur yang saling berkaitan sehingga keberhasilannya juga ditentukan oleh unsur-unsur tersebut, terutama guru sebagai “poros pengendali” lajunya proses pembelajaran. Seorang guru, khususnya guru PAI (Pendidikan Agama Islam) dituntut untuk dapat memerankan perannya bukan hanya sekedar melakukan proses transformasi ilmu, tetapi juga harus melaksanakan tugasnya sebagai pendidik, artinya guru juga harus dapat membentuk sikap dan perilaku anak didiknya sebagai cerminan dari sikap dan perilaku sesuai dengan ajaran Islam. Perkembangan agama pada masa anak terjadi melalui pengalaman hidupnya sejak kecil, dalam keluarga, sekolah dan dalam lingkungan masyarakat. Semakin banyak pengalaman yang bersifat agama, maka sikap, kelakuan dan caranya menghadapi hidup akan sesuai dengan ajaran agama. Oleh karena itu peran guru TK akan sangat berpengaruh ketika anak sudah memasuki pendidikan di Taman Kanak-kanak, maka guru harus jeli dan kreatif dalam melakukan proses pembelajaran agar materi yang disampaikan bisa melekat dalam diri anak, karena pada dasarnya usia TK adalah usia subur untuk melakukan start dalam menanamkan rasa agama pada anak dan penumbuhan kebiasaan-kebiasaan yang sesuai dengan agama.



Download Skripsi: "Kreativitas guru" Lengkap

Konsep Pendidikan Akhlak Luqman Hakim

Dalam Islam, adanya hidup yang berkelanjutan dari dunia ke akhirat merupakan suatu siklus kehidupan yang harus dilalui oleh manusia yang beriman. Oleh kerena itu agama dengan dasar wahyu yang diturunkan Tuhan ke dalam masyarakat manusia membawa ajaran-ajaran dan norma-norma yang dibawa agama dipandang bersifat devine (bersiat illahiyah), yaitu buatan Tuhan dan bukan manusia (Taufiq Hidayat, dalam Ruh Islam Dalam Budaya Bangsa 4, 1996 : 127).
Meskipun agama memiliki kelemahan-kelemahan, hanya agamalah yang dapat membawa manusia kepada tata-tertib yang stabil di dunia ini.
مَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِهِ اِلاَّ اَسْمَاءً سَمَّيْتُمُوْهاَ اَنْتُمْ وَاَباَؤُكُمْ مَا اَنْزَلَ اللهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍط اِنِ الحُكْمُ اِلاَّ للهِط اَمَرَ اَلاَّ تَعْبُدُوْا اِلاَّ اِيَّاهُط ذلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ وَلكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُوْنَ (يوسف : 40)
“Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (DEPAG RI 1982/1983: 354).
Masyarakat sekarang, telah mempraktekkan cara-cara hidup yang beragam. Sebagian dari mereka meneruskan tradisi yang telah dilakukan oleh pendahulunya. Sebagian mengikuti metodologi yang dipikirkan oleh para sufi, beberapa lagi mengajukan pencarian kebenaran sendiri sebagai ulama sementara sebagian yang lain melakukan perkiraan mereka sendiri dengan menonjolkan kemampuan intelektual mereka sebagai hujjah dalam urusan agama. (Syah Ismail Syahid, 2001 : 67-68).



Download Skripsi: "Konsep Pend.Akhlak" Lengkap

Strategi Manajemen Kurikulum Dalam Peningkatan Efektivitas Proses Belajar Mengajar

Institusi pendidikan merupakan sebuah lembaga yang bertugas mengantarkan peserta didik untuk menjadi yang berkualitas. Karena itu, semua kegiatan yang dilakukan di dalamnya selalu dimaksudkan untuk cita-cita luhur tersebut. Namun sayang dalam praktiknya lembaga ini sering dihadapkan pada problem-problem manajerial dan administrative sehingga tujuan dan sasaran pendidikan yang sekali tiga yang dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak optimal.Di era ekonomi institusi pendidikan sekarang ini, tugas dan tanggung jawab untuk menjadikan sekolah yang bermutu tak lepas dari bagaimana kompetensi kepala sekolah dalam pemimpin dan mengelola lembaganya. Oleh karena itu, sudah seharusnya kepala sekolah mampu memahami, mendalami, dan menerapkan konsep-konsep ilmu manajemen yang berkembang dewasa ini.Aplikasi manajemen pada lembaga pendidikan ini bukan berarti menjadikannya sebagai lembaga profit sebagaimana yang dilakukan oleh lembaga-lembaga bisnis yang lebih dulu mengaplikasikannya, tetapi semata-mata untuk menciptakan sekolah yang dikelola agar menjadi lebih efektif dan efisien bagi sekolah. (Mulyono, 2008:5). Terkait dengan itu, seorang pakar manajemen pendidikan Amerika Serikat Sammon (1994) merekomendasikan dalam sebuah penelitiannya bahwa efektifitas dan kemajuan sekolah di Negara-negara modern itu karena dibangun mulai dari sisi kepemimpinannya dan penataan kembali manajemennya. Kedua variable yang saling berkaitan ini diyakini dapat menyuap lembaga pendidikan dari yang bisa menjadi yang luar bisa, yang stagnar menjadi maju. Dengan demikian, lembaga pendidikan yang unggul dapat tercapai apabila dalam lembaga tersebut didukung oleh kepemimpinan dan manajemen yang baik, kokoh dan tangguh.



Download Skripsi: "STRATEGI MANAJEMEN KURIKULUM " Lengkap

Pengaruh Kelengkapan Sarana Sekolah terhadap Prestasi Belajar Siswa

Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena dengan adanya pendidikan manusia akan mempunyai pandangan hidup yang lebih jelas dan lebih sempurna.
Pendidikan merupakan masalah yang sangat peka di dalam kehidupan manusia, dimana dengan kemajuan jaman ini sangat dibutuhkan generasi siap pakai, trampil dalam berbagai bidang sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan dari masing-masing individu atau terciptanya manusia yang berkualitas yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.Tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam UUD RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa :“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Daftar Isi

Popular Posts

Visitors

Followers

Joint