Bismillahirrahmanirrahim | Members area : Register | Sign in

PTK IPS SDN

Minggu, 24 Oktober 2010

Share this history on :

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pembelajaran berbasis portofolio merupakan suatu inovasi pembelajaran yang dirancang untuk membantu peserta didik memahami teori secara mendalam melalui pengalaman belajar praktek-empirik. Model pembelajaran ini dapat menjadi program pendidikan yang mendorong kompetensi, tanggung jawab, dan partisipasi peserta didik, belajar menilai dan mempengaruhi kebijakan umum (public policy), memberanikan diri untuk berperan serta dalam kegiatan antar siswa, antar sekolah, dan antar masyarakat, sehingga proses pembelajaran terpusat pada siswa (Student Centered).
Kurikulum 2004 menitik beratkan pada pencapaian kompetensi dasar yang harus dimiliki dan dikuasai oleh siswa. Kompetensi tersebut dapat diukur dan diamati berdasarkan indikator pembelajaran. Indikator pembelajaran akan dicapai dan dikuasai melalui pengalaman pembelajaran. Pengalaman pembelajaran berdasarkan tuntutan kurikulum 2004 lebih menekankan pada aktivitas siswa yang kongkrit dalam proses belajar. Peran guru hanya sebagai fasilitas dalam proses pembelajaran.
Pengetahuan Sosial menjadi salah satu mata pelajaran dalam Kurikulum 2004 yang dimulai dari SD dan MI sampai SMP dan MTs. Untuk SD dan MI mata pelajaran Pengetahuan Sosial memuat materi Pengetahuan Sosial dan Kewarganegaraan. Melalui mata pelajaran Pengetahuan Sosial, siswa diarahkan, dibimbing, dan dibantu untuk menjadi warga Negara Indonesia dan warga dunia yang efektif. Menjadi warga negara Indonesia dan warga dunia yang efektif merupakan tantangan berat karena masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat. Untuk itulah, Pengetahuan Sosial dirancang untuk membangun dan merefleksikan kemampuan siswa dalam kehidupan bermasyarakat yang selalu berubah dan berkembang secara terus menerus.
Pada hakikatnya, Pengetahuan Sosial sebagai suatu mata pelajaran yang menjadi wahana dan alat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, antara lain: Siapa diri saya? Pada masyarakat apa saya berada? Persyaratan-persyaratan apa yang diperlukan diri saya untuk menjadi anggota suatu kelompok masyarakat dan bangsa? Apakah artinya menjadi anggota masyarakat bangsa dan dunia? Bagaimanakah kehidupan manusia dan masyarakat berubah dari waktu ke waktu? Pertanyaan-pertanyaan di atas perlu dijawab oleh setiap siswa dan jawabannya telah dirancang dalam Pengetahuan Sosial secara sistematis dan komprehensif. Dengan demikian, Pengetahuan Sosial diperlukan bagi keberhasilan siswa dalam kehidupan di masyarakat dan proses menuju kedewasaan.
Dalam proses pembelajaran, guru harus memiliki strategi mengajar agar siswa dapat belajar secara aktif mengenai pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu adalah model pembelajaran. Model pembelajaran yang dikembangkan pada saat sekarang ini, dan diyakini memiliki relevansi tinggi adalah model pembelajaran berbasis portofolio.
Namun demikian dalam kenyataannya masih terdapat kesenjangan antara harapan dengan kenyataan yang terjadi pada pembelajaran di kelas, yaitu masih ditemuinya dalam pelaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan menitik beratkan pada dominasi guru dan siswa diperlakukan secara pasif. Kenyataan ini menjadikan siswa kurang berperan aktif dalam menghafal dan memahami apa yang diharapkan dalam kurikulum, sehingga hasil belajar yang diharapkan kurang memuaskan.
Sehubungandengan pokok bahasan tentang nama-nama negara di Asia, dicoba untuk mengatasi melalui pembelajaran yang menitikberatkan pada siswa agar dapat. belajar secara aktif memiliki inovasi yang tinggi dengan dilakukan strategi pembelajaran menggunakan metode Mejikuhibiniu. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk penelitian tindakan kelas (PTK).

B. Rumusan Masalah
Dengan mengacu pada latar belakang masalah yang telah diuraikan di depan, berikut ini dikemukakan rumusan masalah sebagai berikut :
l. Apakah pembelajaran dengan menggunakan metode Mejikuhibiniu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VI mata pelajaran IPS pokok bahasan nama-nama negara di Asia pada semester 1 tahun pelajaran 2006/2007 SDN Jatire Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang
2. Apakah pembelajaran dengan menggunakan metode Mejikuhibiniu dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI mata pelajaran IPS pokok bahasan nama-nama negara di Asia pada semester 1 tahun pelajaran 2006/2007 SDN Jatire Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang

C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah di atas maka, penelitian ini bertujuan :
1. Untuk mengetahui. Apakah pembelajaran dengan menggunakan metode Mejikuhibiniu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VI mata pelajaran IPS pokok bahasan nama-nama negara di Asia pada semester 1 tahun pelajaran 2006/2007 SDN Jatirejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang
2. Untuk mengetahui Apakah pembelajaran dengan menggunakan metode Mejikuhibiniu dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI mata pelajaran IPS pokok bahasan nama-nama negara di Asia pada semester 1 tahun pelajaran 2006/2007 SDN Jatirejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang

D. Hipotesis Tindakan
Hipotesis tindakan dalam penelitian diajukan sebagai berikut :
1. Pembelajaran dengan menggunakan metode Mejikuhibiniu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VI mata pelajaran IPS pokok bahasan nama-nama negara di Asia pada semester 1 tahun pelajaran 2006/2007 SDN Jatirejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang
2. Pembelajaran dengan menggunakan metode Mejikuhibiniu dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI mata pelajaran IPS pokok bahasan nama-nama negara di Asia pada semester 1 tahun pelajaran 2006/2007 SDN Jatirejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang

E. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak, antara lain:
l. Sebagai sarana peneliti untuk mengembangkan pengetahuan ketrampilan, dan wawasan berpikir kritis guna melatih kemampuan memahami dan menganalisa masalah-masalah pendidikan secara sistematis dan konstruktif.
2. Memberikan masukan kepada guru sebagai bahan pertimbangan dalam meningkatkan kegiatan belajar mengajar. Hasil penelitian ini juga dapat dipakai sebagai latihan bagi guru untuk melaksanakan penelitian sederhana di kelas dan sebagai acuan dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran IPS di Sekolah Dasar.
3. Memberikan bahan masukan bagi Lembaga sekolah dalam rangka pengembangan kurikulum sekolah agar tidak terpaku dengan cara-cara konvensional yang mapan, namun perlu disesuaikan dengan perubahan atau inovasi penyelenggaraan proses pembelajaran yang disesuaikan dengan tuntutan perkembangan zaman.
4. Memberikan masukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kecamatan Diwek sebagai bahan pertimbangan mengambil kebijakan-kebijakan dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran.
5. Memberikan motivasi siswa dalam berpikir kritis, kreatif, dan inovatif untuk meningkatkan prestasi belajar.
6. Bagi peneliti lain, dapat digunakan sebagai bahan referensi dalarn melakukan penelitian masalah sejenis pada lembaga lain serta menambah kontribusi literatur untuk kajian dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Motivasi Belajar
Banyak faktor yang menentukan keberhasilan pembelajaran, antara lain faktor guru, siswa, sarana dan prasarana serta lingkungan. Dari beberapa faktor tersebut yang paling dominan adalah faktor siswa. Dari faktor siswa itu sendiri terdapat beberapa komponen yang menentukan keberhasilan belajarnya dan salah satu komponen yang sangat penting adalah motivasi belajar.
Motivasi belajar adalah kondisi spisikis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu, yang berarti pula mendorong seseorang untuk belajar. Motivasi juga berarti keseluruhan prestasi atau daya penggerak dalam diri individu yang menimbulkan kegiatan belajar dan menjamin kelangsungan belajar (Winkel, 1984: 45).
Motivasi adalah besarnya dorongan yang ditimbulkan adanya suatu sikap positif dari diri siswa, dalam hal ini adalah kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Belajar adalah proses perubahan kegiatan, reaksi terhadap lingkungan dan perubahan tersebut tidak dapat disebut belajar bila disebabkan oleh pertumbuhan atau keadaan sementara seseorang seperti kelelahan (Pasaribu, 1983 : 59).
Motivasi belajar merupakan dorongan yang ditimbulkan oleh siswa untuk melakukan usaha dalam rangka mencapai sesuatu yang diinginkan, indikasi motivasi belajar antara lain terlihat pada keaktifan dan partisipasi siswa di dalam kelas, Motivasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi instrinsik adalah motivasi yang berasal dari diri individu itu sendiri, sedangkan motivasi ekstrinsik disebabkan oleh faktor-faktor dari luar individu.
1. Motivasi Instrinsik
Dalam proses pembelajaran motivasi belajar instrinsik siswa lebih efektif dari pada motivasi belajar ekstrinsik karena kepuasan yang diperoleh individu sesuai dengan porsi (ukuran) dalam diri siswa itu sendiri. Terdapat beberapa strategi untuk membangun motivasi belajar instrinsik, antara lain :
a. Mengaitkan tujuan belajar dengan tujuan siswa
b. Memberi kebebasan siswa memperluas materi bahasan sebatas yang pokok.
c. Memberi kesempatan (waktu) yang cukup bagi siswa untuk mengerjakan tugas dengan memanfaatkan fasilitas sekolah.
d. Memberi kesempatan siswa untuk menjelaskan hasil kerjanya.
e. Memberi penghargaan kepada siswa atas hasil kerjanya

2. Motivasi ekstrinsik
Pada dasarnya motivasi belajar ekstrinsik merupakan suatu paksaan dari luar individu untuk melakukan tindakan belajar. Karena pertimbangan-pertimbangan tertentu, siswa melaksanakan belajar. Tidak tertutup kemungkinan motivasi ekstrinsik belajar berubah menjadi motivasi instrinsik, hal ini antara lain disebabkan adanya kesadaran dalam diri individu siswa atas manfaat belajar atau karena materi yang semula kurang atau belum di pahami menjadi lebih paham sehingga mendorong siswa untuk lebih banyak memahaminya.
Strategi untuk memberi motivasi belajar ekstrinsik antara lain memberikan tes pada setiap akhir pembahasan topik tertentu dan secepatnya mengoreksi dan mengembalikan pekerjaan siswa. Ada baiknya jika pada pekerjaan siswa itu disamping nilai diberi komentar juga. Memonitor kemajuan dan memberi penguatan siswa yang mempunyai motivasi belajar instrinsik merupakan motivator ekstrinsik yang meningkatkan motivasi instrinsik tersebut.
Hal-hal yang dapat menimbulkan motivasi ekstrinsik adalah sebagai berikut :
a. Ganjaran
Ganjaran adalah alat pendidikan represip yang bersifat positif. Adapun yang termasuk ganjaran, antara lain:
1) Pujian, yaitu ganjaran yang berupa kata-kata atau dengan bahasa isyarat seperti menujukkan ibu jari, menepuk tangan, menepuk bahu.
2) Hadiah, yaitu ganjaran yang berbentuk pemberian suatu barang.
3) Tanda penghargaan, yaitu ganjaran yang tidak dinilai dari kegunaan barang, melainkan dinilai dari kesan atau kekangenannya.
b. Hukuman
Hukuman adalah tindakan yang dijatuhkan kepada anak secara sadar dan sengaja sehingga menimbulkan nestapa. Dan dengan adanya nestapa itu anak akan menjadi sadar akan perbuatannya dan berjanji di dalam hatinya untuk tidak mengulanginya.
Agar siswa dapat meraih prestasi puncak dalam belajar, guru dapat membangkitkan dan memberi motivasi yang memusatkan pada kebutuhan aktualisasi diri dengan mendorong siswa berprestasi. Perlu dimotivasikan pada siswa bahwa setiap individu pada hakekatnya mempunyai kemampuan untuk berprestasi di atas kemampuan orang lain. Setiap orang harus mempunyai dorongan utnuk lebih baik dari yang lain. Perlu ditanamkan pada kondisi yang kompetitif yang sehat bagi anak didik.
Dalam pemberian motivasi ini, peran guru amat penting. Pendekatan-pendekatan terhadap anak didik harus dilakukan terus menerus, harus dibangun keterbukaan antara guru dan siswa. Guru harus mampu berperan sebagai kawan kepada anak-anak didiknya. Pada sisi lain, perlu pula ditumbuhkan suasana akrab dan kompetitif diantara siswa dengan guru. Paradigma lama bahwa guru serba tahu, pemegang otoritas tunggal, segala sumber kebenaran haruslah ditinggalkan. Upayakan siswa bisa terbuka terhadap guru sehingga guru dituntut pula untuk bisa mendengar keluh kesah siswa tanpa berpretensi mengadili. Apabila terjalin keakraban antara siswa dan guru, tentulah upaya-upaya pemberian motivasi bisa terjalin lancar dan menampakkan basil yang bagus.



B. Pembelajaran dengan menggunakan metode Mejikuhibiniu
1. Pengertian Pembelajaran dengan menggunakan metode Mejikuhibiniu
Metode Mejikuhibiniu adalah metode menghafal dengan cara mengambil suku kata pertama dari sekelompok data yang harus dihafalkan. Kata Mejikuhibiniu adalah suku kata pertama dari warna pelangi.Yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu.
Pembelajaran dengan menggunakan metode Mejikuhibiniu memposisikan siswa sebagai titik sentralnya (student oriented). Dalam proses pembelajaran siswa harus dimotivasi untuk mau dan mampu melakukan sesuatu untuk memperkaya pengalaman bekerjanya dengan lebih efektif, efisien dan mudah.
2. Tujuan Pembelajaran dengan menggunakan metode Mejikuhibiniu
Tujuan dari Pembelajaran dengan menggunakan metode Mejikuhibiniu adalah untuk memberikan ketrampilan kepada siswa terutama yang berkaitan dengan cara menghafal sekelompok data yang saling berhubungan seperti anam-nama negara di suatu wilayah tertentu. yang diperkirakan dapat membantu memecahkan permasalahan, melatih melakukan pengumpulan data atau informasi terhadap berbagai sumber yang berhubungan. Dengan demikian penerapan model pembelajaran debgan menggunakan metode Mejikuhibiniu dapat memberikan bekal pengalaman langsung kepada siswa tentang bagaimana cara menghafal dengan mudah Selanjutnya siswa berupaya mencarikan solusi terbaik untuk memecahkan permasalahan yang lain melalui tindakan yang cukup teruji.

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian
Penelitian dirancang dalam bentuk penelitian tindakan kelas (Clasroom Actions Research). Tindakan dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus 1 dilaksanakan pada tanggal 14 September 2006, siklus 2 dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2006. dalam siklus tindakan terdiri atas empat kegiatan, yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.
1. Perencanaan
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan meliputi :
a. Rencana untuk keperluan penelitian yang berkaitan dengan perangkat pembelajaran disusun rencana pembelajaran (RP) yang menggambarkan skenario pembelajaran
b. Rencana untuk keperluan penelitian yang berkaitan dengan penyusunan perangkat penelitian (instrumen penelitian) berupa pedoman pengamatan, dan hasil evaluasi.
2. Pelaksanaan dan Pengamatan
Pelaksanaan tindakan dilakukan setelah semua perencanaan disiapkan. Penelitian melibatkan kolaborator yang dinilai mampu membantu peneliti dalam mengamati pelaksanaan tindakan, merefleksi tindakan, dan mengevaluasi tindakan.

3. Refleksi
Peneliti dan kolaborator mendiskusikan hasil pengamatan yang telah dilakukan. Kegiatan yang dilakukan meliputi : analisis, sintesis, penyimpulan data, dan informasi yang berhasil dikumpulkan. Hasil yang diperoleh berupa temuan tingkat efektivitas desain pembelajaran yang dirancang dan daftar permasalahan yang muncul dilapangan yang selanjutnya dapat dipakai sebagai landasan untuk melakukan perencanaan ulang.

B. Subyek Penelitian
Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN Jatirejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang pada semester 1 tahun pelajaran 2006/2007 sebanyak 28 siswa. Semua siswa mendapatkan tindakan yang sama.

C. Pengumpulan Data
Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian: pengamatan (observasi), hasil evaluasi.Pengamatan difokuskan pada pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (1PS), catatan lapangan dilakukan dengan mencatat perisitiwa nyata yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran baik secara diskriptif maupun reflektif, data verbal tertulis


D. Analisis Data
Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis datakuantitatif. Adapun kegiatan analisis dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
l. Menelaah seluruh data yang telah dikumpulkan. Penelaahan dilakukan dengan cara menganalisis, mensintesis dan menyimpulkan.
2. Mereduksi data yang didalamnya melibatkan kegiatan pengkategorian dan pengklasifikasian. Hasil yang diperoleh berupa pola-pola dan kecenderungan-kecenderungan yang berlaku dalam pelaksanaan pembelanjaran
3. Menyimpulkan dan verifikasi. Dari kegiatan reduksi selanjutnya dilakukan penyimpulan akhir yang selanjutnya diikuti dengan kegiatan verifikasi atau pengujian terhadap temuan penelitian.



BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian
Berdasarkan rancangan penelitian, pelaksanaan tindakan kelas ini meliputi dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.
Siklus I

1. Perencanaan
Perencanaan tindakan meliputi kegiatan guru merancang model pembelajaran dengan menggunakan metode pemberian tugas sebagaimana tergambarkan dalam rencana pembelajaran (RP), menyusun lembar pengamatan untuk memantau kegiatan pembelajaran, dan menyusun alat evaluasi untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa.
2. Pelaksanaan
1.Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.
2. Tiap kelompok diberi tugas untuk menghafalkan nama –nama negara di Asia berdasarkan wilayah negara Asia Tenggara.Asia Timur, Asia Selatan, Asia
Barat dan Asia Utara tanpa diberi cara menghafal yang mudah.
3.Setelah habis waktu yang telah ditentukan siswa diberi evaluasi,yaitu disuruh
menyebtkan nama-nama negara di Asia tiap siswa 20 negara.
4. hasil evaluasi siswa dianalisis.
3. Pengamatan
Selama berlangsungnya kegiatan belajar mengajar pengamatan dilakukan secara kolaborator oleh kedua pengamat, yakni guru kelas dan teman dengan menggunakan pedoman instrumen pengamatan terhadap motivasi belajar siswa dan pengelolaan pembelajaran
a. Hasil pengamatan terhadap motivasi belajar siswa dan pengelolaan pembelajaran
Tabel 4.1
Motivasi Belajar Siswa Siklus 1

NO NAMA SISWA ANTUSIASME NILAI
1. Yopi Arianti B 70
2. Ayuhan B 70
3. Tio Afandi B 70
4. Alian Syah B 70
5. Bagus S B 70
6. Bilbila A A 80
7. Eka Nur Rizki A 80
8. Firman M B 70
9. Fitriyah B 75
10. Ika Mariyati B 70
11, Miftah K B 70
12. M Rendi S A 80
13. M Zamroni C 60
14. Nur Diana B 70
15. Rista R C 60
16. Tri Budi L B 75
17. Soimatul L B 70
18. Siska A B 75
19. Dini Ariyanti B 70
20. Siti Aminah B 70
21. Tika M C 65
22. Bindiyah 1B 70
23. Fitri H A 80
24. Agus Masduki B 70
25. Selfia Dewi A 80
26. Widayanti B 75
27. Wahyu Bagus B 75
28. Ninik F B 70

Siswa kurang semangat saat menghafal : 3 orang ( 10,7 % )
Siswa yang semangat saat menghafal 25 orang ( 80,3 % )
Melihat data di atas menunjukkan motivasi belajar siswa dalam menghafal cukup bagus.Akan tetapi hasil evaluasinya ternyata jelek.
Pada siklus kedua motifasi belajar siswa masih cukup tinggi,terlihat dari semangatnya untuk menghafalkan.Dan setelah menggunakan cara menghafal menggunakan metode Mejikuhibiniu ternyata hasilnya cukup bagus
b. Prestasi belajar siswa
Prestasi belajar siswa ditentukan melalui proses pembelajaran dan hasil belajar siswa.
Tabel hasil evaluasi siswa pada siklus I
NO NAMA SISWA JUML. SOAL YANG DIJAWAB BENAR PROSENTASI
1. Yopi Arianti 12 60 %
2. Ayuhan 9 45 %
3. Tio Afandi 10 50 %
4. Alian Syah 11 55 %
5. Bagus S 10 50 %
6. Bilbila A 15 75 %
7. Eka Nur Rizki 14 70 %
8. Firman M 12 60 %
9. Fitriyah 13 65 %
10. Ika Mariyati 10 50 %
11, Miftah K 11 55 %
12. M Rendi S 13 65 %
13. M Zamroni 9 45 %
14. Nur Diana 12 60 %
15. Rista R 10 50 %
16. Tri Budi L 12 60 %
17. Soimatul L 12 60 %
18. Siska A 13 65 %
19. Dini Ariyanti 11 55 %
20. Siti Aminah 12 60 %
21. Tika M 11 55 %
22. Bindiyah 13 65 %
23. Fitri H 14 70 %
24. Agus Masduki 13 65 %
25. Selfia Dewi 14 70 %
26. Widayanti 13 65 %
27. Wahyu Bagus 13 65 %
28. Ninik F 11 55 %


Prosentase Keberhasilan Siswa
a. 65 % - 75 % = 11 orang ( 39,3 %
b. Kurang dari 65 % = 17 orang ( 60,7 % )
Melihat prosentasi keberhasilan siswa di atas, jelas bahwa pembelajaran tidak berhasil.
siklus II
1. Perencanaan
Perencanaan tindakan meliputi kegiatan guru merancang model pembelajaran dengan menggunakan metode pemberian tugas sebagaimana tergambarkan dalam rencana pembelajaran (RP), menyusun lembar pengamatan untuk memantau kegiatan pembelajaran, dan menyusun alat evaluasi untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa.
2. Pelaksanaan
1.Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.
2. Tiap kelompok diberi tugas untuk menghafalkan nama –nama negara di Asia
berdasarkan wilayah negara Asia Tenggara.Asia Timur, Asia Selatan, Asia
Barat dan Asia Utara tanpa diberi cara menghafal yang mudah.
3.Setelah habis waktu yang telah ditentukan siswa diberi evaluasi,yaitu disuruh
menyebtkan nama-nama negara di Asia tiap siswa 20 negara.
4. hasil evaluasi siswa dianalisis.
3. Pengamatan
Selama berlangsungnya kegiatan belajar mengajar pengamatan dilakukan secara kolaborator oleh kedua pengamat, yakni guru kelas dan teman dengan menggunakan pedoman instrumen pengamatan terhadap motivasi belajar siswa dan pengelolaan pembelajaran
a. Hasil pengamatan terhadap motivasi belajar siswa dan pengelolaan pembelajaran
Tabel 4.1
Motivasi Belajar Siswa Siklus 2

NO NAMA SISWA ANTUSIASME NILAI
1. Yopi Arianti B 70
2. Ayuhan B 70
3. Tio Afandi B 70
4. Alian Syah B 70
5. Bagus S B 70
6. Bilbila A A 80
7. Eka Nur Rizki A 80
8. Firman M B 70
9. Fitriyah B 75
10. Ika Mariyati B 70
11, Miftah K B 70
12. M Rendi S A 80
13. M Zamroni B 70
14. Nur Diana B 70
15. Rista R B 70
16. Tri Budi L B 75
17. Soimatul L B 70
18. Siska A B 75
19. Dini Ariyanti B 70
20. Siti Aminah B 70
21. Tika M B 70
22. Bindiyah 1B 70
23. Fitri H A 80
24. Agus Masduki B 70
25. Selfia Dewi A 80
26. Widayanti B 75
27. Wahyu Bagus B 75
28. Ninik F B 70


Siswa kurang semangat saat menghafal : 3 orang ( 10,7 % )
Siswa yang semangat saat menghafal 25 orang ( 80,3 % )
Melihat data di atas menunjukkan motivasi belajar siswa dalam menghafal cukup bagus.Akan tetapi hasil evaluasinya ternyata jelek.
Pada siklus kedua motifasi belajar siswa masih cukup tinggi,terlihat dari semangatnya untuk menghafalkan.Dan setelah menggunakan cara menghafal menggunakan metode Mejikuhibiniu ternyata hasilnya cukup bagus




b. Prestasi belajar siswa
Prestasi belajar siswa ditentukan melalui proses pembelajaran dan hasil belajar siswa.
Tabel 4.1
Tabel hasil evaluasi siswa pada siklus II
NO NAMA SISWA JUM. SOAL YANG DIJAWAB BENAR PROSENTASI
1. Yopi Arianti 14 70 %
2. Ayuhan 12 60 %
3. Tio Afandi 13 65 %
4. Alian Syah 14 70 %
5. Bagus S 12 60 %
6. Bilbila A 20 100 %
7. Eka Nur Rizki 20 100 %
8. Firman M 15 75 %
9. Fitriyah 16 80 %
10. Ika Mariyati 12 60 %
11, Miftah K 14 70 %
12. M Rendi S 18 90 %
13. M Zamroni 12 60 %
14. Nur Diana 15 75 %
15. Rista R 12 60 %
16. Tri Budi L 15 75 %
17. Soimatul L 14 70 %
18. Siska A 17 85 %
19. Dini Ariyanti 15 75 %
20. Siti Aminah 14 70 %
21. Tika M 13 65 %
22. Bindiyah 15 75 %
23. Fitri H 18 90 %
24. Agus Masduki 14 70 %
25. Selfia Dewi 19 95 %
26. Widayanti 17 85 %
27. Wahyu Bagus 16 80 %
28. Ninik F 15 75 %

Prosentase Keberhasilan Siswa
c. 65 % - 100 % = 22 orang ( 78,6 %
d. Kurang dari 65 % = 6 orang ( 21,4 % )
Melihat prosentasi keberhasilan siswa di atas, menunjukkan bahwa pembelajaran cukup berhasil.

B. Pembahasan
Berdasarkan data yang diperoleh dari siklus 1 dan siklus 2 menunjukkan adanya perubahan peningkatan ke arah pencapaian tujuan penelitian Siswa semakin aktif dan antusias. Hal ini tampak dari semangat siswa saat menghafalkan nama-nama negara di Asia Ini berarti pembelajaran tidak lagi didominasi oleh guru, tetapi pembelajaran yang terpusat pada keaktifan siswa. Dari hasil siklus 1 ke siklus 2 menunjukkan peningkatan motivasi belajar. Ini tampak pada guru dalam menyampaikan pendahuluan, mengorganisasi siswa dalam kelompok belajar,. Hal ini berarti guru mampu mengefektifkan pembelajaran sehingga siswa termotivasi dalam belajar secara aktif. Pengelolaan pembelajaran pada siklus 1 ke siklus 2 menunjukkan peningkatan .
Adanya prestasi belajar siswa yang didasarkan hasil belajar dari siklus 1 dan siklus 2 terjadi peningkatan pembelajaran. Hal ini berarti pembelajaran yang efektif dapat meningkatkan prestasi belajar.








BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Terdapatnya peningkatan motivasi belajar siswa melalui pembelajaran menghafal dengan menggunakan metode Mejikuhibiniu dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada pokok bahasan "Nama-nama negara di Asia” kelas VI semester 1 tahun pelajaran 2006/2007 di SDN Jatirejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Terdapatnya peningkatan prestasi belajar siswa mealui pembelajaran menghafal dengan menggunakan metode Mejikuhibiniu dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada pokok bahasan "Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan" kelas VI semester 1 tahun pelajaran 2006/2007 di SDN Jatirejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang.

B. Saran
Berdasarkan simpulan di atas dan sesuai dengan tujuan penelitian, berikut dikemukakan saran-saran antara lain :
1. Agar hendaknya guru dalam melaksanakan strategi pembelajaran mempertimbangkan kematangan belajar siswa pada setiap jenjang kelas.
2. Agar hendaknya guru mengembangkan teknik penilaian yang dapat meningkatkan belajar siswa yang bersifat menyeluruh, bermakna, otentik dan dapat mengukur penguasaan siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Budimansyah. Dasim. 2002. Model Pembelajaran Berbasis Portofolio. Bandung : Ganesindo

Djahiri, Kosasih. 2001. Model Pembelajaran Terpadu dan Untuh Menyeluruh. Bandung : Lab. PMPKn IKIP Bandung.

Pasaribu, Simanjuntak. 1983. Proses Belajar Mengajar. Bandung : Transito

Rokhman, Nur, dkk. 2004. Materi Terintegrasi Mata Pelajaran Pengetahuan Sosial. Jakarta: Depdiknas Dirjen Pendasmen Direktorat PLP.

Winkel, W.S. 1983. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta : Gramedia













LAMPIRAN 1

LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS GURU DAN SISWA
DALAM PEMBELAJARAN DENGAN METODE
Mejikuhibiniu
Nama Sekolah :SDN JATIREJO Nama Guru : MUDJIB
Kelas/Semester :VI/I Tanggal :
Bahan Kajian :NNMA NEGARA Waktu :
ASIA

Petunjuk Pengisian
Amatilah aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran berlangsung. Isilah lembar pengamatan dengan prosedur sebagai berikut :

1. Pengamat dalam melakukan pengamatan duduk di tempat yang memungkinkan untuk melihat aktivitas guru dan siswa yang diamati.
2. Setiap 90 deik pengamat melakukan pengamatan aktivitas guru dan siswa yang dominan dan 30 detik berikutnya pengamat menuliskan kode kategori pengamatan.
3. Kode-kode kategori dituliskan secara berurutan sesuai dengan kejadian pada baris kolom yang tersedia.
4. Pengamatan terhadap guru dan siswa dilakukan bersamaan sejak kegiatan pembelajaran dimulai.








DAFTAR ISI


BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 3
C. Tujuan Penelitian 4
D. Hipotesis Tindakan 4
E. Manfaat Penelitian 5

BAB II KAJIAN PUSTAKA 7
A. Motivasi Belajar 7
B. Pembelajaran dengan menggunakan metode Mejikuhibiniu 11

BAB III METODE PENELITIAN 12
A. Rancangan Penelitian 12
B. Subyek Penelitian 13
C. Pengumpulan Data 13
D. Analisis Data 14

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 15
A. Hasil Penelitian 15
B. Pembahasan 24

BAB V PENUTUP 26
A. Kesimpulan 26
B. Saran 26

DAFTAR PUSTAKA
Thank you for visited me, Have a question ? Contact on : youremail@gmail.com.
Please leave your comment below. Thank you and hope you enjoyed...

0 komentar:

Posting Komentar

Daftar Isi

Popular Posts